BANDAR LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika mengatakan kehadiran anggota TNI dan Polri menjadi salah satu instrumen perekat utama demokrasi di daerahnya.
Helmy Santika menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalamp Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Praja Krakatau 2024 dalam rangka Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Dermaga Pelabuhan Panjang Lampung, Jumat (23/8/2024).
“Apel gelar pasukan ini menjadi wujud kesiapan kita dalam menghadapi berbagai ancaman dan persoalan di Provinsi Lampung,” ungkapnya.
Menurut dia, ada sejumlah ancaman dan persoalan yang dapat terjadi di Lampung, seperti adanya ancaman terhadap bencana alam akibat letak geografis Provinsi Lampung yang rentan dengan bencana.S
“Selanjutnya ada pula permasalahan yang mungkin timbul akibat dinamika demokrasi yang mulai bergeliat menjelang tahap awal Pilkada. Kita harus siap siaga menanggulangi bencana dan juga menjelang pesta demokrasi, semua harus siap dalam menunjukkan profesionalisme kerja sebab NKRI adalah harga mati,” ujarnya.
Dia melanjutkan, sebagai perekat utama demokrasi, TNI dan Polri diharapkan dapat melakukan pengawalan proses Pilkada agar dapat dilaksanakan dengan baik, khususnya di Provinsi Lampung.D
‘Dan jangan lupa dalam mengawal ini sudah diperintahkan agar kita harus tetap netral. Jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin mengganggu keamanan, ketertiban bahkan memecah belah persatuan kesatuan di Provinsi Lampung, semua harus tetap dijaga,” tambahnya.
Menurut dia, selain sebagai perekat utama demokrasi, anggota TNI dan Polri di Provinsi Lampung pun harus bisa mengayomi masyarakat.






