Mantan Kekasih Gaga Muhammad Lumpuh Akibat Dislokasi Tulang Leher, Begini Gejalanya

  • Whatsapp
Laura Anna mengalami kelumpuhan akibat cedera dislokasi tulang leher pasca kecelakaan mobil bersama Gaga Muhammad.

DNews.id|JAKARTA – Kecelakaan mobil yang dialami selebgram Laura Anna mengakibatkan cedera pada tulang belakang. Cedera tersebut membuat Laura mengalami kelumpuhan dari bagian perut hingga kaki.

Kondisi yang dialami Laura Anna disebut dengan Cervical Vertebrae Dislocation atau Dislokasi Tulang Leher. Dikutip dari Study, Dislokasi Tulang Leher adalah cedera pada area tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang bergerak atau bergeser dari lokasi normalnya.

Bacaan Lainnya

Jenis cedera ini paling sering disebabkan oleh kecelakaan mobil atau jatuh. Seperti yang dialami kasus Laura Anna yang mengalami kecelakaan mobil akhir Desember 2019 lalu . Cedera yang melibatkan tulang belakang dapat berdampak ekstremitas atas, sebab saraf di bagian leher merupakan bagian penting yang mengontrol otot-otot di ekstremitas atas.

Oleh sebab itu, jika terjadi kerusakan saraf di bagian leher dapat menyebabkan kelemahan, kekakuan, mati rasa pada bahu, lengan dan tangan. Dengan kata lain dapat menyebabkan kelumpuhan, seperti kondisi lumpuh yang dialami Laura Anna.

Seseorang yang pernah mengalami trauma atau kecelakaan dan merasakan nyeri pada leher, bisa jadi itu tanda mengalami dislokasi tulang leher.

Gejala dislokasi tulang belakang leher, dapat meliputi gejala-gejala berikut.

  • Nyeri hebat di bagian leher
  • Nyeri yang menjalar ke bahu dan lengan
  • Mati rasa dan kesemutan di ekstemitas atas
  • Kelehan pada ekstremitas atas
  • Kekauan pada ekstremitas atas.

Jika pasien pernah mengalami kecelakaan atau trauma, terutama muncul gejala nyeri leher, maka patut waspada atau curiga dengan kemungkinan terjadinya dislokasi tulang belakang atau leher. Penuaan juga bisa membuat tulang belakang dan tulang leher menurun kualitasnya.

Diagnosis dapat menjadi semakin sulit, saat gejala fisik yang dialami tidak khas. Sebab, beberapa pasien dengan fraktur atau cedera lain akan mengeluh nyeri di lokasi lain, tetapi tidak mengeluh nyeri leher. Seperti dikutip dari Keck Medicine University of Southern California (USC), terkadang banyak pasien yang mungkin meremehkan keparahan kecelakaan atau trauma saat mengalami kecelakaan kendaraan bermotor.

Setiap pasien yang pernah mengalami kecelakaan atau trauma parah, terutama pasien dengan nyeri leher, harus dievaluasi secara hati-hati dengan sinar-x dan studi pencitraan tambahan, jika diperlukan, untuk mendiagnosis cedera serviks secara akurat.

Pengobatan dislokasi tulang leher Ada berbagai metode pengobatan dislokasi tulang leher, baik yang dikategorikan konservatif atau nonoperatif dan bedah atau operatif. Perawatan awal untuk fraktur atau dislokasi tulang yang parah mungkin akan melibatkan traksi tulang dan reduksi tertutup, dengan pin logam yang ditempatkan di tengkorak yang terhubung ke katrol, tali dan pemberat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *