Pernikahan Putri Mako Jepang, Demi Cinta Lepas Tahta Kerajaan

  • Whatsapp
Putri Mako dari Kekaisaran Jepang bersama suaminya, Kei Kumoro.

Dnews.id|TOKYO – Pihak Kekaisaran Jepang resmi mengumumkan bahwa Putri Mako menikahi kekasih yang ia kenal semasa kuliah di universitas, Kei Komuro pada Selasa (26/10). Pernikahan digelar sangat sederhana, jauh dari kesan kemewahan putri Kaisar.

Dilaporkan Channel News Asia, Selasa (26/10), pernikahan Putri Mako di Jepang sarat kontroversi selama bertahun-tahun. Sejak mengumumkan pertunangan mereka pada tahun 2017, pasangan ini menghadapi skandal tabloid atas laporan bahwa keluarga Komuro mengalami kesulitan keuangan.

Seperti diketahui, wanita dalam keluarga kekaisaran Jepang tidak dapat naik Takhta Krisan, dan kehilangan gelar mereka ketika mereka menikah dengan orang biasa.

Pengalaman ini yang akan dialami keponakan Kaisar Naruhito, Mako, yang berusia 30 tahun pada akhir pekan menjelang pernikahannya dengan Komuro, juga 30 tahun, yang bekerja untuk sebuah firma hukum AS.

Namun demikian, itu pertama kalinya dalam sejarah Jepang pasca perang, pernikahan itu didaftarkan tanpa ritual tradisional, dan Mako menolak pembayaran besar yang biasanya ditawarkan kepada wanita kerajaan pada saat mereka menikah.

Tayangan TV menunjukkan Mako meninggalkan Kediaman Kekaisaran Akasaka dan mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga.

Ditentang publik

Sejumlah warga Jepang diketahui menggelar protes menolak pernikahan keponakan Putri Mako. Mulai dari media sosial hingga aksi protes langsung, mereka menyerukan agar Putri Mako tak mencemari kekaisaran Jepang.

Penolakan sudah terlihat sejak pekan lalu, ketika sejumlah warga menggelar aksi protes di distrik perbelanjaan Ginza, Tokyo. Sebagaimana dilansir Deutsche Welle, sebagian besar demonstran merupakan kaum konservatif dan orang-orang paruh baya.

Mereka membawa poster bertuliskan pernyataan-pernyataan keras seperti “Hentikan Pernikahan Terkutuk Ini” dan “Tidak, Komuro.”

Sejumlah orang juga terus menyerukan penolakan seperti, “Jangan cemari rumah tangga kekaisaran dengan pernikahan terkutuk ini.”

Selama bertahun-tahun, Putri Mako menjadi sorotan media karena dia dilamar oleh pria yang datang dari keluarga non bangsawan. Putri Mako juga membuat sejarah karena menolak uang tunjangan 150 juta Yen atau sekitar Rp 19,5 miliar demi dinikahi Kei Komura.

Alami gangguan kecemasan

Putri Mako bahkan dikabarkan sempat mengidap gangguan mental PTSD karena kecaman dari banyak pihak dan pemberitaan negatif tentang dirinya dan calon suaminya. PTSD merupakan gangguan stres pasca trauma yang memicu reaksi emosional dan fisik yang intens.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *