Presiden Jokowi Lantik Fadjroel Rachman jadi Dubes Kazakhstan, Simak Peran dan Tugas Pentingnya

  • Whatsapp
Presiden Joko Widodo lantik Fadjroel Rachman sebagai dubes Kazakhstan-Tajikistan. (Biro Pers/SetPers)

Dnews.id|JAKARTA – Presiden Joko Widodo melantik Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman sebagai dubes untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan┬ádi Istana Negara, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Selain Fadjroel Jokowi juga melantik 16 orang lainnya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI. Pelantikan 17 nama dubes itu dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 127 P Tahun 2021.

Selain Fadjroel, mantan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin pada saat Pilpres 2019, Lena Maryana Mukti, juga masuk dalam daftar dubes. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dilantik sebagai Duta Besar untuk Negara Kuwait.

Ada pula nama pengusaha yang juga mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Ia dilantik sebagai dubes RI untuk Amerika Serikat.

Selain di Kadin, Rosan juga tercatat pernah menjadi salah satu tim sukses Jokowi-Ma’ruf. Pada Pilpres 2019 itu, Rosan Roeslani menjad Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ingin menjadi dubes atau Duta Besar Republik Indonesia? Ketahui dulu peran seorang dubes dan juga tugas-tugas pentingnya.

Seorang duta besar memiliki peranan penting dalam menjaga hubungan antara Indonesia dengan negara bersangkutan. Selain itu, Kedubes juga menjadi perwakilan diplomatik bagi Indonesia di wilayah negara kerja sama untuk mewakili dan memperjuangkan kepentingan bangsa, negara dan pemerintah Republik Indonesia.

Kewenangan pengangkatan maupun penghentian jabatan Duta Besar ini dilakukan oleh Menteri Luar Negeri. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 2003 tentang Organisasi Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri, kedutaan besar Indonesia memiliki kedudukan, tugas pokok dan fungsi perwakilan.

Kedudukan duta besar berdasarkan peraturan tersebut yaitu Perwakilan Diplomatik berkedudukan di Ibu Kota Negara Penerima atau di tempat kedudukan Organisasi Internasional, yang dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh yang bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Luar Negeri.

Tugas pokok seorang Duta Besar yaitu di antaranya:

1. Mewakili serta memperjuangkan kepentingan bangsa, negara dan pemerintah Republik Indonesia

2. Melindung Warga Negara Indonesia maupun Badan Hukum Indonesia yang ada di negara penerima, melalui pelaksanaan hubungan diplomatik dengan negara tersebut.

3. Adapun pelaksanaan tugas tersebut berdasarkan peraturan perundangan-undangan nasional, hukum internasional dan kebiasaan internasional.

Berdasarkan pasal 5 Keppres RI Nomor 108 Tahun 2003 tersebut, berikut ini fungsi Duta Besar:

1. Duta besar memiliki fungsi untuk meningkatkan dan mengembangkan kerja sama politik dan keamanan, ekonomi, sosial dan budaya dengan Negara Penerima atau Organisasi Internasional.

2. Duta besar memiliki fungsi untuk mengupayakan persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antara sesama Warga Negara Indonesia di luar negeri.

3. Duta besar memiliki fungsi sebagai pengayoman, pelayanan, perlindungan dan pemberian bantuan hukum dan fisik kepada Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, dalam hal terjadi ancaman maupun masalah hukum di Negara Penerima, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional, hukum internasional, dan kebiasaan internasional.

4. Duta besar memiliki fungsi sebagai pengamatan, penilaian, dan pelaporan mengenai situasi dan kondisi Negara Penerima.

5. Duta besar berfungsi sebagai konsuler dan protokol.

6. Duta besar memiliki fungsi sebagai perbuatan hukum untuk dan atas nama Negara dan Pemerintah Republik Indonesia dengan Negara Penerima.

7. Duta besar berfungsi mengadakan kegiatan manajemen kepegawaian, keuangan, perlengkapan, pengamanan internal Perwakilan, komunikasi dan persandian.

8. Duta besar juga memiliki fungsi-fungsi lain sesuai dengan hukum dan praktik internasional.

Tugas seorang duta besar atau Dubes memang tidak mudah, selain menjaga hubungan diplomatik dengan negara yang bersangkutan, mewakili kepentingan negara Indonesia, melindungi WNI, Duta Besar RI juga harus mampu mempresentasikan budaya Indonesia di negara penerima.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *