Buru-Buru Ingin Berlibur? Jangan Keliru Aturan Baru Penerbangan Masa PPKM Mulai Besok

  • Whatsapp
Pemerintah tetapkan aturan baru untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang yang berlaku mulai 24 Oktober 2021. (pixabay.com)

Dnews.id|JAKARTA – Aturan baru penerbangan dalam negeri resmi diberlakukan per Minggu (24/10). Seperti yang diketahui bahwa pemerintah melakukan perpanjangan PPKM hingga 1 November 2021.

Berikut adalah aturan terbaru terkait penerbangan domestik pasca adanya perpanjangan PPKM. Salah satunya, selama durasi tersebut terdapat peraturan di mana penumpang tidak lagi diperbolehkan untuk menggunakan tes rapid antigen ketika naik pesawat.

Bacaan Lainnya

Masyarakat yang ingin naik penerbangan domestik hanya diperbolehkan untuk menggunakan tes RT-PCR. Aturan tersebut berlaku di daerah yang memberlakukan status PPKM dengan level 3 hingga level 1 di Jawa dan Bali.

Selain wajib melakukan tes PCR dan menunjukan hasil negatif, penumpang juga diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksin dengan minimal dosis pertama.

Berikut aturan dan syarat baru per 24 Oktober 2021 untuk dapat naik pesawat dikutip dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021:

– Sudah melakukan vaksinasi dosis pertama dengan menunjukkan kartu vaksin

– Menunjukkan surat keterangan negatif lewat tes PCR dengan sampel yang didapat dari kurun waktu 2×24 jam sebelum penerbangan.

Calon penumpang pesawat wajib lakukan tes PCR dengan hasil negatif sebelum diizinkan terbang. (pixabay)

Selain itu penyesuaian aturan terbaru juga telah dilakukan oleh salah satu maskapai penerbangan yaitu Garuda Indonesia akibat dari perpanjangan PPKM yang diberlakukan oleh pemerintah.

1. PPKM Semua Level
– Penerbangan dari atau menuju Jawa, dari atau menuju Bali, dan di dalam Jawa

Vaksin minimal dosis pertama,
Tes RT PCR dengan sampel dari kurun waktu 2×24 jam,
Rapid antigen tidak berlaku.

2. PPKM Level 3
– Penerbangan ke Banda Aceh, Padang, Pangkal Pinang, Pontianak, Mamuju Nabire, Sorong, Tanjung Pandan (Belitung)
Vaksin minimal dosisi pertama
Tes RT PCR dengan sampel dari kurun waktu 2×24 jam
Tes rapid antigen tidak berlaku.

3. PPKM Level 2
– Penerbangan ke Pontianak
Vaksin minimal dosis pertama
Tes RT PCR dengan sampel dari kurun waktu 2×24 jam
Tes rapid antigen tidak berlaku.
Khusus tujuan Bali:
– Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode.

Khusus tujuan Bali:
– Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode.

Penumpang yang pernah terpapar COVID-19 tiga bulan terakhir dapat membawa Surat Keterangan Penyintas COVID-19 sebagai referensi tidak dapat vaksinasi.

– WNA yang berangkat dari Bali dengan tujuan internasional melalui penerbangan domestik dan transit tidak lebih dari 24 jam di bandara transit, tidak wajib menunjukkan sertifikat vaksin.

– Khusus tujuan Nabire: Wajib dilengkapi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Gugus Tugas COVID-19 dengan menghubungi nomor berikut: Efraim (082239584499 ) / Kristo Patiung (082199021991) / Piet Nabot (081280466247).

– Khusus tujuan Pontianak: Ssurat keterangan harus tertera QRCode apabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital pada surat keterangan hasil negatif RT-PCR di e-HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan atau dapat melakukan tes RT-PCR ulang dan menunjukkan barcode dan akan dilakukan tes RT-PCR secara acak pada saat kedatangan.

4. PPKM Level 2
– Penerbangan antar kota di Ambon, Balikpapan, Banjarmasin, Bengkulu, Biak, Gorontalo, Gunungsitoli, Jambi, Jayapura, Kendari, Kupang, Labuan Bajo, Labuan Bajo, Lampung, Lombok, Makassar, Manado, Medan (Kualanamu), Merauke, Palu, Palangkaraya, Pekanbaru, Palembang, Samarinda, dan Tanjung Pinang

Sertifikat vaksin tidak wajib
Tes RT PCR dengan sampel dalam kurun waktu 2×24 jam
Tes rapid antigen dengan sampel dalam kurun waktu 1×24 jam.

5. PPKM Level 1
– Penerbangan antar kota di Batam, Sibolga, Ternate

Sertifikat vaksin tidak wajib
Tes RT PCR dengan sampel dalam kurun waktu 2×24 jam
Tes rapid antigen dengan sampel dalam kurun waktu 1×24 jam.

Khusus tujuan Gorontalo: Akan dilakukan tes Rapid Antigen disaat kedatangan dan apabila hasilnya positif akan dilakukan tes RT-PCR dan wajib isolasi menunggu hasil.

Khusus tujuan Manado: Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan untuk melakukan tes Rapid Antigen oleh otoritas setempat.

Khusus tujuan Biak, Merauke, Jayapura:
1) Wajib dilengkapi Surat Keterangan Perjalanan dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja (bagi yang berdinas) atau dari instansi yang memiliki kepentingan (bagi yang berkepentingan khusus) atau dari pemerintah daerah asal (bagi yang bertempat tinggal/ber-KTP/berindentitas selain Provinsi Papua).
2) Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi terpusat dengan biaya ditanggung penumpang.

Khusus tujuan Labuan Bajo: untuk perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *