Bahaya Kurang Tidur: Perparah Sakit Saat Menstruasi hingga Testis Mengecil

  • Whatsapp
Insomnia punya dampak buruk bagi kesehatan reproduksi pria dan wanita. (pexels.com)

Dnews.id|JAKARTA – Sebuah studi belum lama ini diterbitkan oleh Journal of Sleep Research, mengungkap kondisi kurang tidur pada perempuan dapat memicu rasa sakit yang lebih saat menstruasi. Kekurangan tidur, dalam penelitian tersebut, mengacu pada kondisi terlelap yang kurang dari enam jam dalam sehari.

“Mereka yang kurang tidur dengan rerata enam jam setiap malam, 44% lebih mungkin alami menstruasi yang tidak teratur dan 70% lebih mungkin mengalami pendarahan hebat,” ungkap peneliti Kat Kennedy dari Universitas Arizona, tengah pekan lalu.

Insomnia dan kurang tidur dapat menyebabkan gangguan menstruasi. (pexels.com)

Di sisi lain, kurang tidur juga dapat memperburuk rasa sakit, yang akan membuat gejala PMS lebih intens, serta cenderung membuat cemas, yang pada akhirnya menyebabkan sulitnya tidur.

Studi yang juga dipublikasikan oleh The Conversation itu menyebut terapi perilaku kognitif untuk mengatasi insomnia belum diuji untuk gejala menstruasi, meski pengobatan ini efektif untuk nyeri kronis dan depresi.

Dokter juga terkadang meresepkan obat-obatan seperti Valium dan Ambien untuk membantu mengatasi gangguan tidur. Tetapi pengobatan ini dapat menyebabkan ketergantungan, sindrom putus obat, dan disfungsi korgnitif lainnya.

Para peneliti menyarankan kepada para wanita untuk mempraktikkan teknik mindfulness, seperti meditasi atau yoga. Tujuannya adalah untuk membantu mengatasi kurang tidur dan meningkatkan kualitasnya.

Bagi laki-laki, insomnia berpengaruh pada ukuran testis. (pixabay.com)

Kurang tidur membuat testis mengecil

Studi mengenai kurang tidur dan dampak bagi kesehatan sebelumnya juga dirilis para peneliti dari Denmarl. Dalam sebuah studinya, kurang tidur konon juga dapat membuat ukuran testis pria mengecil.

Para peneliti dari University of Southern Denmark telah menemukan bahwa pria yang kurang tidur memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dan juga mengurangi jumlah sperma.

Tak berhenti sampai di situ, penyusutan ukuran testis ditemukan ketika pria tidak cukup tidur.

Diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology, para peneliti mensurvei hampir 1.000 pria yang berusia akhir belasan dan awal dua puluhan tentang jadwal tidur mereka, gangguan tidur, dan kebiasaan tidur.

Dilansir dari Medical Daily, testis pria juga diukur serta jumlah sperma diambil dari semua pria dan dinilai untuk jumlah maupun viabilitas sperma.

Peneliti menemukan pada pria yang memiliki masalah tidur, seperti insomnia, begadang, atau memiliki tidur yang tidak konsisten sepanjang malam dan sering terbangun, jumlah sperma turun 29 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *