Bela Pelakor, Ini Fakta Kontroversial Film Selesai Karya Tompi

  • Whatsapp
Gading Marteen, Ariel Tatum, dan Anya Geraldine dalam poster film Selesai

Dnews.id| JAKARTA – Sepekan setelah penayangan perdananya pada Jumat (13/8) di Bioskop Online, film berjudul Selesai garapan musisi Tompi jadi trending topic twitter dan instagram. Film tentang perselingkuhan ini menjadi perbincangan pro dan kontra antar netizen.

Film Selesai menceritakan tentang rumah tangga Broto (Gading Marten) dan Ayu (Ariel Tatum) yang berada di jurang perpisahan. Broto dan Ayu mengalami masalah rumah tangga ditengah situasi pandemi.

Kemudian Broto berselingkuh dengan perempuan bernama Anya (Anya Geraldine). Hubungan gelap yang dijalani Broto dan Anya perlahan mulai diketahui Ayu yang menjadi istri sah Broto. Hal tersebut membuat Ayu ingin bercerai.

Namun, Ayu terlalu menyayangi mertuanya. Ketika Ayu benar-benar berpisah dan rumah tangganya dengan Broto selesai, Ayu meninggalkan pesan kepada suaminya. Ayu berpesan agar Broto bisa menjamin Anya tidak akan menyakiti mertuanya.

Film Selesai adalah karya sinematik dengan menampilkan gambar-gambar estetis yang memanjakan mata. Tompi mengerjakan film Selesai bersama Imam Darto. Keduanya menggandeng sejumlah artis sebagai peran pendukung diantaranya Tika Pangabean, Marini SoejoSoemarno, dan Faris Nahdi.

Apa saja fakta kontroversial film Selesai yang memicu perdebatan netizen? berikut faktanya:

Sudut pandang dari pelakor

Tompi menggunakan sudut pandang pelakor. Angle yang dimainkan yakni dari sudut pandang Anya (Anya Geraldine) sebagai pelakor, semenatara Ayu (Ariel Tatum) sebagai istri. “Kita selalu berada di perspektif, sepatutnya dari istri pertama. Kadang belum tentu juga karena biasanya yang menjadi penyelamat dari sebuah hubungan yaitu pelakornya sendiri,” Ujar Tompi saat konferensi pers virtual, Senin (9/8).

Membenarkan stereotip yang buruk
Salah satu warganet di Twitter mengomentari pesan film Selesai. Akun @runiarumndari menilai film tersebut membenarkan stereotip buruk yang ada di masyarakat. “Aku marah bangettttt sama segala isi naskahnya, terutama karakterisasi dan penyelesaian konfliknya yg malas banget sehingga hanya bisa comot stereotip sana sini,” cuit dia pada 16 Agustus 2021.

Twitter

Film lelaki untuk lelaki
Angle film yang menyalahkan Ayu sebagai istri yang diselingkuhi membuat warga net merasa film Selesai hanya bisa dinikmati kaum adam. “Pada dasarnya Selesai itu film lelaki dan untuk lelaki. Semua karakter perempuan antara digambarkan sebagai korban atau karikatur. Itu saja. Selesai,” tulis @Alkupra dalam Inggris.

Niat awal untuk serial 5 episode
Dalam diskusi film Selesai yang berlangsung  Kamis malam (19/8) , terungkap bahwa Tompi (sutradara) dan Darto (penulis naskah) mempersiapkan syuting Selesai sebagai serial dengan lima episode.

“Jadi kita syuting episode pilot dulu, episode 1, karena kita masih plan lima tuh. Nah, terus tiba-tiba begitu udah jadi, fix enggak bisa dipake lagi rumahnya (set syuting), Tompi bilang, ‘To, mau gak mau kita cuma bikin tiga episode’,” kata Darto.

Menggunakan dana pribadi
Para aktor yang terlibat dalam film Selesai tidak mendapat bayaran di depan. Termasuk Tompi sebagai sutradara, Darto sebagai penulis dan Wiwi sebagai DOP. Pembayaran dilakukan berdasarkan persentase dari pendapatan penayangan secara online. Sementara, untuk membayar kru dan tim pendukung Tompi menggunakan uang dari kantong pribadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *