Kapan Move On dari Perceraian? Ini Kondisi yang Tepat Saat Kamu Siap untuk Menikah Lagi

  • Whatsapp
Pasangan menikah

Dnews.id| JAKARTA – Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Perceraian merupakan terputusnya hubungan antara suami istri, disebabkan oleh kegagalan suami atau istri dalam menjalankan obligasi peran masing-masing.

Terdapat beberapa faktor utama yang biasa menjadi penyebab perceraian, yakni faktor ketidakharmonisan, tidak ada tanggung jawab, faktor ekonomi, faktor moral. Selain beberapa faktor tersebut ada faktor-faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya perceraian seperti cemburu, krisis, poligami tidak sehat, dipenjara, kawin paksa, penganiayaan (kekerasan dalam rumah tangga), dan cacat biologis, seringkali juga muncul sebagai penyebab perceraian.



Mengalami kegagalan dalam pernikahan membuat kebanyakan orang ragu untuk menikah lagi. Padahal, banyak hal yang membuat kita bisa kembali memberanikan diri menjalin hubungan dan belajar dari kegagalan.

Jadi pertanyaannya, kapan waktu untuk kembali move on, dan belajar untuk membuka hati kepada orang lain setelah kegagalan pernikahan?

Ilustrasi/Refleksi diri

Fokus introspeksi diri dan masa depan
Keputusan bercerai karena ketidakharmonisan tentu membawa trauma tersendiri bagi kita. Dalam pemulihan mental dan batin ini, mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk memulai hubungan baru. Hal yang mesti dihindari adalah jangan biarkan diri kita terprovokasi dengan masa depan yang mungkin lebih baik didapatkan mantan pasangan kita.

Fokus yang kamu rasakan sekarang
Bersedih boleh, merenung adalah hal yang wajar. Hanya saja, jangan biarkan hal itu membuatmu larut dan semakin terpuruk. enangkan pikiran, introspeksi diri, dan bangun kembali jati dirimu. Yakinkan pada diri bahwa kamu bisa lebih siap untuk memulai suatu hubungan dan memilih pasangan baru yang lebih baik

Lepaskan trauma
Hapus bayang-bayangmu tentang hal buruk yang menjadi penyebab kamu bercerai. Bahkan, coba mulailah memaafkan diri sendiri atas hal-hal yang mungkin kamu lakukan selama berumah tangga. Jika kamu sudah bisa berdamai dengan masa lalumu, saatnya kamu membuka hati untuk pasangan baru. Yakinkan pada diri bahwa pernikahan kedua tidak selalu buruk atau sama berakhir tragis dengan yang pertama.

Berdamai dengan kondisi saat ini
Tutup telinga dengan cibiran orang lain karena persoalan kegagalan rumah tanggamu. Atau abaikan mereka yang hanya bisa jadi ‘kompor’ untuk dirimu kapan bisa kembali dapat pasangan baru. Sikap kamu yang terlalu reaktif atas penilaian orang adalah hal yang benar-benar tidak berguna. Daripada sibuk meratapi status, jadikan ini kesempatanmu untuk memperbaiki diri dan mempelajari hal-hal yang baru. Buang jauh-jauh anggapan menikah yang disegerakan bakal bisa menghapus rasa kecewa dari perceraian pertama, melepaskan diri dari kesepian, sekedar gembira sudah menemukan orang baru.

Ilustrasi/membangun komitmen

Bangun komitmen dengan pasangan barumu
Jika hatimu sudah mantap dan kamu sudah ketemu calon pasanganmu, yakinkan dia. Beri alasan kepada anak kenapa Anda mau menikah lagi, bicarakan dengan jelas dari hati ke hati. Dan kamu coba yakinkan diri bahwa dirimu telah mantap dengan kenangan-kenangan yang mungkin tersisa dengan mantan pasanganmu. Perlu kamu ingat, bukan tugas orang lain untuk menghapuskan luka dan sakitnya kegagalan pernikahan dulu. Ini semua adalah tugas kamu untuk bisa menghapus rasa kecewa diri sendiri.

Tak perlu anggap mantanmu sebagai musuh
Kamu sudah punya hidup baru. Mantanmu adalah sebuah cerita lama, tapi dia bukan musuhmu. Studi di sejumlah negara mengungkap bahwa berhubungan baik dengan mantan pasangan justru akan lebih mudah melupakan masa lalunya. Membangun komunikasi yang baik dengan mantan secara tidak langsung adalah media untuk memaafkan mantanmu.

So, pastikan kamu sudah benar-benar mempertimbangkan hal-hal di atas dan siap untuk menjalani hubungan yang baru. Bila kamu masih merasa hal ini berat untuk dilakukan, perbanyaklah mengambil energi positif dengan teman-temanmu lebih dulu, kumpul bareng dengan teman-teman yang bisa menerima curhatmu, hingga kamu sudah yakin benar-benar mantap membangun rumah tangga baru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *