Mau Ikut Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik! Coba Baca Informasi Ini

  • Whatsapp
Pengelahan Sampah
Foto: Istimewa

DNews.id | JAKARTA – Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi melakukan monitoring perkembangan proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Sulawesi Utara, Kota Makassar, Kota Bekasi, dan Kota Palembang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kota Makassar, dan Kota Bekasi sudah siap lelang tender PSEL, sementara Kota Palembang masih memerlukan pendampingan khusus untuk melakukan revisi perjanjian kerja sama.

“Saya ingin memastikan kapan dilakukan tender. Karena itu, pada September nanti, sesuai aturan KLHK, harus sudah mengajukan bantuan BLPS (Biaya Layanan Pengolahan Sampah),” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo.

Ini merupakan dalam rangka percepatan implementasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018.

Basilio menegaskan apabila BLPS diajukan tepat waktu, maka bisa diproyeksikan akan selesai di tahun 2023.

“Bila terlambat mengajukan, maka bantuan BLPS akan terlambat dan turun pada tahun 2024. Untuk itu, diharapkan tahun ini agar semua melaksanakan lelang proyek PSEL,” lanjut Deputi Basilio.

Sulawesi Utara

Terkait perkembangan PSEL di Sulawesi Utara, Praseno Hadi Asisten Bidang Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara melaporkan saat ini sudah dilakukan penandatanganan MoU dengan 5 Kabupaten/Kota untuk pembangunan PSEL Sulawesi Utara.

“Saat ini tim sedang menyusun tata cara lelang, paralel dengan finalisasi FS ( feasibility study )” tuturnya.

Rencananya, Provinsi Sulawesi Utara akan melaksanakan tender pada bulan September, dan ditargetkan penandatanganan kontrak bisa selesai pada bulan Oktober.

MAKASSAR

Walikota Makassar Danny Pomanto juga mengatakan bahwa pemerintahnya siap melakukan lelang di akhir November hingga Desember.

FS sudah mulai disusun dan sedang dilakukan kajian di seluruh TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

“Tentang kebijakan waste to energy, sudah menargetkan 2023 akhir diharapkan berfungsi dan mulai beroperasi, dan 2024 sudah beroperasi penuh,” seru Walikota Danny.

Bekasi

Asisten 2 Kota Bekasi Sudarsono melaporkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi sudah menyusun FS dan sudah diriview oleh tim BPPT, dengan mempertimbangkan BLPS seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Hasil rapat ini kemudian akan dilaporkan kepada Walikota untuk segera memproses PSEL di Kota Bekasi.

Palembang

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang Alex Ferdinandus menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPKP Provinsi Sumatera Selatan terkait kajian PKS (Perjanjian Kerja Sama).

“Saat ini masih tahap pembahasan addendum perjanjian kerja sama dengan PT. Indo Green Power. kami baru saja menyelesaikan kajian manajemen risiko dari perjanjian kerja sama ini,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *