Survei Membuktikan, Publik Puas Kinerja Kejaksaan Agung! Akademisi, Politisi hingga Spiritualis Apresiasi

  • Whatsapp
jaksa agung
Jaksa Agung ST Burhanuddin.

DNews.id | JAKARTA – Meningkatnya kepercayaan dan kepuasan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin menjadi angin segar bagi penegakan hukum di Tanah Air.

Kepuasan publik ini tercermin dari hasil survei terhadap lembaga hukum yang dirilis Cyrus Network pada Juni 2021. Survei itu menunjukkan, Kejaksaan Agung berada di posisi 82,2%, melampaui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 80,7%.

Bacaan Lainnya

Kepuasaan publik tersebut meningkat dari 60% pada Juli 2020 (survei Charta Politika) dan 71,3% pada Oktober 2020 (survei Indikator Politik).

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai peningkatan kepercayaan dan kepuasan publik terhadap Kejaksaan Agung merupakan prestasi yang mengesankan di tengah keterbatasan anggaran dan pandemi Covid-19.

“Meski dalam masa pandemi Covid-19, Kejagung bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menunggu kepastian hukum. Kepuasan publik ini sejalan dengan kinerja yang dilakukan Kejagung selama ini,” kata Fickar, Rabu (30/6/2021).

Menurut dia, Kejagung mampu membongkar kasus-kasus kakap yang merugikan keuangan negara hingga triliun rupiah, seperti Jiwasraya dan ASABRI. Kejagung juga berhasil memulangkan buronan kakap, seperti Adelin Lis, dari luar negeri dan menangkap banyak buronan lainnya.

Hal senada disampaikan Guru Besar Hukum Pidana Universitas Sumatera Utara (USU) Edi Warman. Dia menilai kepuasaan publik itu juga berkat profesionalisme yang ditunjukkan oleh personel Kejagung.

“Survei tersebut mengkonfirmasi penelitian saya bahwa kejaksaan di bawah kepemimpinan Pak Burhanudin cukup baik dan melahirkan harapan publik,” ungkap Edi.

Selain profesionalme personel, Edi menyoroti banyaknya perkara hukum yang diselesaikan Kejagung. “Sejujurnya, intensitasnya perkara hukum yang diselesaikan lebih banyak dibandingkan yang lalu,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Komisi III DPR RI atas kinerja Kejagung dalam mengungkap kasus tindak pidana korupsi yang cukup rumit, seperti kasus Asabri dan Jiwasraya.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengatakan kejaksaan berhasil membuktikan bahwa kasus-kasus tipikor yang menyita perhatian publik tersebut dapat dituntaskan sampai ke pengadilan.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPR lainnya dalam raker dengan Jaksa Agung bebeapa waktu lalu. Mereka umumnya menyatakan bahwa Kejagung saat ini menjadi salah satu lokomotif pemberantasan korupsi di Tanah Air.

Dari sisi spiritualis, Kidung Tirto Kusumo juga angkat bicara. Dia menilai Jaksa Agung ST Burhanuddin membawa angin perubahan ke tubuh korps Adhyaksa, baik dari sisi internal maupun eksternal, sehingga kepercayaan publik makin tinggi.

kidung tirto candi cetho
Kidung Tirto Suryo Kusumo.

“Prestasi Jaksa Agung ini patut diapresiasi di tengah pandemi Covid-19 yang membuat gerak jajaran Adhyaksa terbatas, sementara pelayanan bagi masyarakat yang menunggu kepastian hukum tetap prima,” ungkap Kidung Tirto, yang dihubungi di sela-sela ruwat bumi di Candi Cetho, Jawa Tengah.

Dia mengatakan, apresiasi dari akademisi dan mitra Kejaksaan Agung seperti DPR RI yang dikuatkan oleh kepuasan dan kepercayaan publik merupakan langkah maju dan motivasi bagi Kejaksaan Agung agar terus berbenah diri menjadi lembaga penegak hukum yang semakin dipercaya masyarakat.

“Kepercayaan publik yang makin tinggi kepada Kejaksaan Agung ini sesuai dengan harapan Presiden Jokowi bahwa Kejaksaan Agung menjadi wajah penegakan hukum di Tanah Air, aekaligus menjadi angin segar bagi masyarakat yang mencari keadilan,” ungkap Kidung Tirto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *